Jenis dan Fungsi Marka Jalan yang Belum Diketahui Banyak Orang, Simak Penjelasan

Jenis dan Fungsi Marka Jalan yang Belum Diketahui Banyak Orang, Simak Penjelasan

Berikut model dan kegunaan marka jalan yang belum diketahui banyak orang.

Pada saat mengendarai kendaraan di jalan raya, pasti masyarakat dapat menemui marka jalan yang berbeda-beda.

Marka Jalan adalah suatu tanda yang berada di permukaan jalan atau di atas permukaan jalan yang meliputi peralatan atau tanda yang membentuk garis membujur, garis melintang, garis serong, serta lambang yang berfungsi untuk mengarahkan arus lantas lintas dan halangi area keperluan lantas lintas menghitung marka jalan .

Marka membujur merupakan marka yang paling kerap masyarakat melihat di jalan ketika berkendara.

Marka ini merupakan tanda yang sejajar jalan.

Marka jalan membujur selanjutnya memiliki kegunaan yang berbeda-beda manfaat mengarahkan arus lantas lintas dan halangi antara jalan satu dan lainnya.

Ketentuan berkenaan marka jalan tertuang di dalam Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor 34 Tahun 2014

– Marka lambang jasa pengaspalan jalan

Fungsi marka jalan
Marka Membujur
Dalam Permenhub Nomor 34 Tahun 2014 selanjutnya dijelaskan, marka membujur adalah marka jalan yang sejajar bersama sumbu jalan.

Marka membujur berbentuk garis putus-putus berfungsi sebagai:

– Pembatas dan pembagi lajur;

– Pengarah lantas lintas; dan/atau

– Peringatan dapat terdapatnya Marka Membujur berbentuk garis utuh di depan.

Marka membujur berbentuk garis utuh di tempatkan pada:

– Bagian jalan yang mendekati persimpangan sebagai pengganti garis putus-putus pemisah jalur Jasa Pengecatan Marka Jalan Jakarta

– Bagian tengah jalan yang berfungsi sebagai pemisah jalan atau median;

– Jalan yang jarak pandangannya terbatas layaknya di tikungan atau lereng bukit atau pada bagian jalan yang sempit, untuk melarang kendaraan melewati kendaraan lain.

Kemudian, marka membujur berbentuk garis putus-putus di tempatkan pada bagian tengah jalan yang berfungsi sebagai pemisah jalan atau median.

1. Garis utuh

Marka ini berarti masyarakat tidak boleh melewati marka ini/menyalip kendaraan lain.

Hal ini dikarenakan risiko yang sangat tinggi bisa terjadi.

2. Garis putus-putus

Apabila menemui marka ini maka masyarakat diperbolehkan melintasi marka ini seumpama ubah ke jalan sebelahnya yang kosong.

Selain itu termasuk diperbolehkan untuk menyalip kendaraan yang berada di depannya.

3. Garis putus-putus menjelang garis utuh
Marka ini berarti bahwa marka putus-putus dapat jadi marka utuh.

Selama garis masih putus-putus, maka diperbolehkan mendahului.

Namun, seumpama udah memasuki garis utuh, maka udah tidak boleh mendahului.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *